Shibuya on Prambors 102 FM
Setiap Hari Selasa
Mulai 19.00 - 21.00
SMS :
9123
Format :
p2(spasi)nama(spasi)umur(spasi)isi pesan
PHONE : (024)8310307
e-mail : prambors_shibuya@yahoo.com


Friday, July 24, 2009

Detroit Metal City (Live Action)


Detroit Metal City (Detoroito Metaru Shiti)
Produksi : Toho Cinema Jepang (2008)
Genre : Drama Komedi Musikal
Sutradara : Toshio Lee

Pemain :
Kenichi Matsuyama : Soichiro Negishi (Johannes Krauser II)
Rosa Kato : Yuri Aikawa
Ryuki Akiyama : Terumichi Nishida (Camus)
Yasuko Matsuyuki : Manager
Yoshihiko Hosada : Masayuki Wada (Alexander Jagi)
Kazuma Suzuki : Hidetaka Asato
Issei Takahasi : Hideki Saji (vokalisTetrapod melon tea)
Ryo Kato : Toshihiko Negishi
Minami : Nia
Yosuke Ochi : MC Kiba (Susumu Kibayashi)
Nobuhiko Otani : DJ Raika
Yoshinori Okada : DMC Fan
Koji Ookura : DMC Fan
Kaera Kimura : vokalis Detarame Mazakon (girl rock band dari Hakata)
Kaji Hideki : Musisi
Gene Simmons : Jack II Dark



DMC (Detroit Metal City) memulai ceritanya dari seorang pria yang melanjutkan kuliah di Tokyo. Soichi Negishi (Kenichi Matsuyama) adalah seorang pemusik dan punya mimpi bermain music Pop (Shibuya-kei dan Swedish Pop) dengan kalimat yang selalu menjadi theme of his life "no music no dream" sampai pada suatu hari dia melihat sebuah poster yang mencari pemain musik dengan memasang kalimat tema hidupnya tadi "no music no dream". Parahnya, dia bergabung dengan sebuah band metal hingga jadilah Soichi memiliki 2 kepribadian, hingga suatu hari gadis yang dia sukai Yuri Aikawa (Rosa Kato) menyatakan kalau dia tidak suka dengan music DMC (band metal dimana Soichi menjadi vokalis). Soichi pun merasa kalau mimpinya telah hilang dan sangat putus asa karena tidak menemukan jati diri yang sebenarnya.
Well akhirnya dia menemukan kembali jati dirinya saat ibunya memberi sepenggal kalimat yg kira-kira artinya begini "Kamu adalah mimpi setiap orang, maka jadilah mimpi itu, karena itu adalah mimpimu yg sebenarnya". (yah begitulah nampaknya XD)


Tanpa disadari, Soichi memiliki kepribadian ganda antara menjadi leader (vokalis dan gitaris) sebuah band metal yg selalu teriak F**k, Death dan kata-kata kasar lainnya, dan selepas dari kostum dan manggung bersama DMC, Soichi hanyalah laki-laki lugu dan tidak suka kekerasan.





Salah satu adegan paling menarik itu dimana ketika Soichi pulang ke rumahnya di desa dan menemukan adiknya yang telah menjadi fans maniak DMC lalu berani bersikap kasar pada ibunya, tidak pernah lagi membantu pekerjaan rumahnya. Soichi pun berubah menjadi Krauser (nama panggung Soichi saat bersama DMC) dan mengajari adiknya itu beberapa hal penting dan kembali ke jalan yang benar (normal) seperti menghormati orang tua dan membantu pekerjaan rumah ^^


Adapula adegan saat Soichi kencan dengan Aikawa, dan bersamaan dengan launching album baru DMC. Jadilah Soichi kelimpungan mondar mandir antara Cafe dan club yg berseberangan jalan.



Oia, ada juga karakter yg membuat aku tertarik. Manajer DMC yg diperankan oleh Yasuko Matsuyuki, gadis seksi berambut pirang yang selalu memberikan komentar dengan kalimat aneh dan kasar, dia terlihat sangat agresif juga emosional. Tenyata DMC sendiri adalah proyek dari keegoisan dirinya yang sudah menyukai musik Metal sejak kecil, tapi segalak apapun, dia berhasil membawa DMC keliling Jepang dan mengalahkan band-band lokal lainnya dibawah naungan Indie labelnya.



Nah ini dia yg seru, battle antara band lokal dengan DMC, setiap orang yang punya band pasti pengen melakukan hal ini. DMC selalu bisa mengalahkan siapa pun di battle band dan di paling penghujung film, DMC harus mengalakan JACK yang notabene adalah artis metal Favorit sang manajer dari kecil dan juga bukan musisi sembarangan.

Film ini seru banget dari adegan ke adegan. Apalagi yang punya band, pasti adrenalinnya ikut naik dan bagi yang 'gak punya band ato hanya sekedar menggemari sebuah band, kalian bakal tau seperti apa sih kira-kira band favorit kalian itu di saat waktu luang dan bukan di atas panggung. Jadi jangan tertipu dengan kebiasaan mereka di panggung ya, sapa tau pas turun panggung mereka orang yang aneh dan kelewat kocak.

Ada juga Lagu-lagu yang menghiasi film ini baik dari genre death metal sampe Pop easy listening, semuanya cukup enak di dengar. Versi Live Action Detroit Metal City ini kuanggap sukses menghibur para penonton termasuk yang belum pernah membaca manga ataupun melihat versi animenya. Bagi yang pernah baca versi manga-nya, tidak perlu takut kecewa karena walaupun adegan lelucon parahnya telah hilang, aroma komiknya sendiri masih cukup kental, diwakili dari akting Kenichi Matsuyama yang pintar banget mengolah wajahnya dari Krauser ke Soichi, begitu juga dengan artis pendukungnya yang tampil cukup maksimal. Jangan lupakan kehadiran artis seperti Kimura Kaela dan Hideki Kaji, juga Gene Simmons dari KISS.

Dan buat kalian yang punya mimpi, jangan takut mimpi kalian 'gak jadi kenyataan, tapi inget juga GOD always give us what we need not we want, Tapi sama ajah lah sebenernya, ini juga terbukti, mungkin mimpinya Soichi punya band POP gak terwujud tapi dia justru memberikan mimpi ke banyak penggemarnya lewat DMC.
Lebih seru khaaaaaaaaaan??...

Semoga preview ini bikin kalian penasaran, jadi bisa langsung nonton deh.(Naa.Z)

E-mail : na_yukihiro@yahoo.com
Blog : http://nanarokku66.blog.com

Saturday, July 18, 2009

Alice Nine - Discotheque Play Like "A" Rainbows ~enter&exit~



Discotheque Play Like "A" Rinbows ~enter&exit~ ini merupakan DVD konser mereka di tahun 2008. Secara resmi DVD nya dirilis pada tanggal 29 Oktober 2008, lagu-lagu yang dibawakan pada konser kali ini masih seputar single dan album dari tahun 2004 hingga Rainbows di tahun 2008. Mereka membawakan total 20 lagu plus bagian opening dan drum solo dari Nao.
ini dia Tracklistnya :

1. Opening
2. RAINBOWS
3. ZERO
4. Hana ichi Monme
5. WHITE PRAYER
6. Kowloon -nine head rodeo show-
7. -DICE-
8. 9th Revolver
9. KOCYOURAN (Butterfly Orchid)
10. Eraser
11. Red Carpet Going On
12. Haikara Naru Rondo
13. Gokusai Gokushiki Gokudouka (G3)
14. Velvet
15. Mirror Ball Piano Ver.
16. Drums Solo
17. The Last Empire
18. Strawberry Fuzz
19. Follow Me
20. Heisei Juushichinen Shichigatsu Nanoka
21. Shunkashuutou




Yup, konser ini dibuka dengan lagu Rainbows, seperti biasanya Alice Nine membuka konser dengan sangat enerjik dan lagu ini memang pantas menjadi pembuka sebagai pemicu adrenalin penonton.



Yang menarik perhatian aku berikutnya adalah Kocyouran, seperti dalam lagu aslinya, dalam lagu ini Shou duet dengan seorang gadis.Yap yap, dia menampakkan dirinya pada konser ini. Akhirnya aku tau juga wajah asli si pemilik suara bagus di Kocyouran.^^
Setelah menyanyikan lagu Red Carpet going On dilanjutkan dengan lagu Haikara Naru Rondo, Waw, Luv this part always. Seperti biasa dan 'gak pernah bosan untuk dilihat, sekian kalinya Arisu memperkenalkan anggotanya masing-masing dengan cara mereka, dimulai dari Nao (Dr), Saga (Bs), Tora (Gt), Hiroto (Gt), dan Shou (vo). Okey, tanpa meninggalkan style mereka, kali ini konser kembali dilanjutkan dengan solo bass dari Saga and yup, once again afterwards he did a fanservice as always by...licking his bass... XDD



Masih dengan style Alice Nine, setelah Haikara Naru Rondo, mereka melanjutkan dengan lagu Gokusai Gokushiki Gokudouka (G3). Tora, Saga, Shou dan Hiroto berbaris kemudian berjalan maju mundur pada intro lagu ini. hoho... still in touch... oia, Shou kebawa emosi dari penonton dan melompat ke arah mereka, wow I lIke this part, kalo aku disana juga akan sama kaya' fans yang megang-megang Shou 'gak terkendali. XDD



I Luv Mirror Ball, kali ini Mirror ball dibawakan hanya dengan instrumental piano saja. Lagu ini jadi terdengar sedikit melankolis tapi tetap membawa konsep awal lagu ini yaitu ekspresi dari kehidupan manusia baik dari sisi terang ataupun gelap. Mirror Ball dengan versi piano ini nantinya muncul pada album Vandalize yang telah dirilis pada awal 2009 lalu.
Setelah dibawa mendadak akustik dengan Mirror Ball, berikutnya giliran Nao unjuk gigi melakukan drum solo. Seperti biasa Nao selalu punya sensasi pada setiap drums solo-nya dan membuat para penikmat konser meneriakkan namanya.
Dalam DVD ini seharusnya Heisei Juushichinen Shichigatsu Nanoka menjadi lagu penutup konser. Tapi, setelah semua tulisan panjang ucapan terimakasih bla bla bla muncul... Alice Nine kembali hadir dengan satu bonus track yaitu Shunkashuutou yup, lagu ini memang selalu jadi penutup konser Alice Nine.




Sesuai dengan judul konsernya, Alice Nine lebih memainkan warna pada Konsernya sehingga kesan RAINBOWS-nya terasa di mata kita ^^
Well, bagi penggemar ALice Nine. ada baiknya nonton konser mereka ini sebelum konser berikutnya muncul di penghujung tahun 2009.




Hv fun guys. ^^ (Naa.Z)





E-mail : na_yukihiro@yahoo.com
Blog : http://nanarokku66.blog.com