
Tanggal Rilis : 16 April 2008 (TKCA-73325)
Label : Tokuma Japan
Genre : Elektropop, dance
Tracklist :
01 - Polyrhythm
02 - Plastic Smile
03 - GAME
04 - Baby Cruising Love
05 - Chocolate Disco
06 - Macaroni
07 - Ceramic Girl
08 - Take me Take me
09 - Secret Secret
10 - Butterfly
11 - Twinkle Snow Powdery Snow
12 - Puppy love
Review :
Agak sedikit telat mungkin, tapi ini adalah salah satu album fenomenal di Jepang tahun 2008 lalu. Perfume meraih sukses yang belum pernah terpikir sebelumnya, terutama oleh artis beraliran elektro pop. Single dan albumnya merajai Oricon chart, sekaligus mencatat rekor baru yang (mungkin) belum pernah diraih oleh orang jenius di balik album ini, Yasutaka Nakata. Tapi secara gak langsung, om Nakata juga berhak mendapat kredit (baca : penghargaan, bukan utang loh) karena semua lagu di album ini ditulis, diaransemen dan diproduseri olehnya, WAW!!! Album ini juga yang mengantarkan mereka untuk konser di Budokan untuk pertama kalinya di akhir 2008.Bagi sebagian orang, Perfume mungkin hanyalah trio cewe-cewe imut bernama A-chan (Ayaka Nishiwaki), Kashiyuka (Yuka Kashino), dan Nocchi (Ayano Omoto) yang menari lalu menyanyikan lagu pop sambil berlagak imut dan menjual tampang. Dan hal ini tidaklah baru di Jepang sana, karena idol bukanlah masalah bersuara bagus, tapi bagaimana menghibur penonton. Sejak dunia Idol Jepang dikuasai oleh gadis-gadis dari Hello!Project, om Nakata mencium bakat mereka yg jauh-jauh datang dari Hiroshima di sebuah audisi di Tokyo segera merancang masterplan dalam nama Perfume. Tujuannya simple, ingin merubah imej idol. Gak ngerti imej yang kaya gimana, tapi setelah 3 tahun Perfume mengorbit, barulah terlihat bagaimana Idol jenis baru ini booming di Jepang. Yang awalnya Perfume hanya dinikmati oleh orang-orang Akiba-kei, (karena musik elektro popnya cenderung terkesan futuristik, seakan kita tertarik ke dunia Matrix dan GAME interaktif) kini mulai mewabah ke seluruh Jepang atau setidaknya artis-artis sejenis mulai mendapat lirikan dari para penggemar musik di Jepang (dunia). Perfume didukung bukan saja karena produser yang jenius, lagu yang bagus tapi juga trik marketing yang brillian, gerakan dance yang imut, hingga video klip yang unik. (sedikit melebih-lebihkan sih)
Bumbu yang digunakan oleh om Nakata adalah irama super catchy yang segera dapat dikenali sejak awal lagu, seperti hit single Polyrhythm -yang juga menjadi lagu kampanye lingkungan dari NHK. Memang, semua lagu dalam album ini telah dimix dan dipenuhi trik-trik studio, juga alat bernama vocoder untuk menutupi kekurangan Perfume dalam olah vokalnya. Tapi itu tidak mengurangi keasyikan kita dalam bermain GAME di album ini, seakan-akan ditemani oleh tiga cewe imut. Trust me, lagu Polyrhythm sangat-sangat catchy, tidak bosan bila diulang terus menerus (yah setidaknya sebelum mencapai titik bosan). Begitu juga dengan lagu plastic smile, bisalah jadi teman pemanasan di pagi hari sambil jogging di taman. Begitu masuk ke lagu yang menjadi judul album ini, GAME, seakan tanda untuk kita naik level dalam permainan ini, terbukti dari lagu Baby Cruising Love, Chocolate Disco atau Macaroni yang lebih 'kalem'. Owh, tapi bukan berarti album ini tidak punya kekurangan, di lagu ceramic girl, ada bagian verse yang terlalu dimanipulasi (bounce-bounce gimanaaa) sehingga agak mengganggu, but it's okay ^^.
Well, mungkin saatnya kita naik level lagi, Take me Take me yang akan mengantarkan kita lewat lagu berdurasi 5 menit 30 detik dengan lirik yang sama dan berulang-ulang "Take me Take me, take me tonight", hahha, mungkin ini saingannya Melly Goeslay dalam lirik tersingkat dalam lagu (setidaknya itu yang diketahui aho).
Dalam album ini, ada 2 lagu yang bisa dibilang sangat bercirikan Perfume, Baby Cruising Love dan Secret Secret adalah contohnya, ada beberapa part di lagu ini yang mirip dengan lagu Kylie Minogue. Walaupun lagu-lagu mereka secara keseluruhan terkesan Daft Punk banget, dengan sedikit disko (Yah namanya influens) tapi tetep asyik kok. Oke lagu Butterfly dibuka dengan kesan alam, mungkin karena judulnya nama binatang kali ya? efek yang ditimbulkan adalah, kita merasa seperti kupu-kupu berwarna warni yang terbang kesana kemari melihat bunga di taman, hayah...
Lagu Twinkle Snow Powdery Snow adalah lagu lama yang diremix ulang (atau diselipin ya?). Irama yang cukup membuat kepala gerak-gerak sendiri, seperti menandakan GAME akan segera berakhir, dan ternyata benar, album ini ditutup dengan puppy love (kalo di Indonesia, mungkin cinta monyet). Lagu ini seakan menjadi lagu kemenangan, atau credit title setelah kita menamatkan sebuah GAME.
Overall, album GAME layak untuk berbagai aliran dan golongan karena dilengkapi dengan irama dan melodi yang cukup 'berbahaya' dan apabila didengarkan dengan dosis tertentu bisa meracuni otak kita hingga kita menari-nari dengan aura optimistis. hahha, review yang aneh.
Idol manapun, tidak lengkap rasanya bila hanya menilai dari suara yang kadang pas-pasan, akan lebih mantabh bila melihat penampilan live-nya. Perfume selalu menampilkan variasi dance yang berbeda di tiap lagunya karena bagi mereka tiap lirik di lagu itu wajib divisualisasikan ke sebuah gerakan. Efek drama dalam perjalanan karir mereka juga cukup bisa dijadikan alasan, terutama bagi pria-pria yang gampang simpatik dengan cewe-cewe imut. Oya, satu lagi, album GAME ini juga menandakan kedewasaan Perfume dengan pola yang lebih rumit, bila dibandingkan dengan rilisan awal yang lebih terkesan ABG banget.
Mungkin yang sedikit jenuh dengan hingar bingar rock? atau pop yang mendayu-dayu?? artis yang itu-itu saja??? mungkin saatnya mengganti Perfume baru ^^. (aho)





No comments:
Post a Comment